Minggu, 10 Juli 2011

Tentang Burung Lovebird


Burung yang satu ini memang pilihan bagi para penghobi. Tingkah laku yang lucu, warna yang beragam , dan suara yang menawan menjadi alasan kenapa burung jenis paruh bengkok ini tetap digemari. Popularitasnya dari tahun ke tahun tak pernah surut, dan bahkan tahun ini lovebird banyak dicari dan dikoleksi para penghobi terutama pemain lomba.
Burung cinta atau lovebird menurut beberapa pakar, terdapat 9 jenis yang
berkembang diberbagai negara. Ragam warnanya bisa mencapai ratusan. Selain mudah ditangkarkan, lovebird atau (Agapornis-bahasa latin) juga bisa dimutasi, sehingga warna-warna bisa dihasilkan dan dibuat sesuai keinginan penangkarnya. Tak heran, burung pemakan biji-bijian ini mampu menghasilkan berbagai macam warna. Genetik indukan, baik postur, warna maupun karakter tempur akan mudah menurun pada anaknya. Tak heran kini para penghobi banyak yang menangkarkan jawaranya untuk mendapatkan keturunan yang baru.
Dibeberapa negara Asia lainnya, bahkan sudah mengembangkan biakan burung dengan warna-warna spesialyang tentu tidak beredar dipasaran, penggemar yang merawat warna-warnaantik hanya untuk koleksi saja, seperti warna merah polos, biru polos, hitam, putih polos (Albino) bahkan kuning polos (Lutino) dengan bentuk fisik sempurna.
Burung Love bird yang disukai di Indonesia masih terbatas, mungkin hanya 4 jenis saja, antaranya love birt hijau, kacamata, holand dan lutino. Para penghobi merawat burung ini hanya sebagai pelengkap atau masteran saja, lagu senada yang kasar-kasar serta menekan, menjadi acuan pemiliknya, suara tersebut bisa masuk ke kepada burung tempur atau burung lomba andalannya. Biasanya love bird dipakai sebagai burung hias saja, baru ditangan pelomba, digunakan sebagai masteran.
Suara love bird dipercaya mudah dimaster, karena lagu-lagunya sejalur atau senada, biasanya untuk memaster burung Murai batu, Kacer, Cucak hijau dan Pentet. Burung Murai batu, Pentet, biasanya mudah menyerap dengan sempurna. Tak heran suara tersebut jadi suara andalan untuk memikat hati para juri, selain keras, kasar, suaranyapun khas. “ Jelas suara love bird punya poin tersendiri dilapangan, selain keras, kasar love bird juga trecetannya panjang-panjang , sehingga mudah dikenali ” Ungkap Ayi, juri BnR. Lagu dasar love bird, kalau dibawakan oleh murai, bisa lebih panjang, karas dan menekan, sehingga, para juri bisa langfsung terpikat lanjutnya.
Beberapa tahun ini, ternyata burung berbahasa latinnya Agapornis ini, bisa dilombakan, sekalipun tidak fighter, tetapi burung love bird pilihan atau berkualitas, waktu diketemukan dengan love bird lainnya, bisa langsung bereaksi, salah satunya memamerkan lagu-lagu, dari situ para penggemar melihat kalau Love bird yang bagus ternyata bisa ditandingkan. Sampai saat ini, burung cinta ini, terus dilombakan.
Seiring pesatnya lomba, popularitasnyapun makin teterdongkrak, harga yang  beredarpun menjadi tinggi, terlebih burung-burung berkelas atau sudah prestasi, harganya bisa melambung tinggi. Lihat saja anakan burung Love birt keturunan jawara, bisa dibandrol, dengan harga Rp. 750 ribu sampai  1 juta, teelebih harga Love birt yang suaranya bervariasi dan punya mental tempur tinggi, belum prestasipun bisa dihargai diatas 3 juta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar